Pulau Komodo telah terkenal sejak puluhan tahun silam dengan KomodoKomodo tours Dragon yang disebut juga Varanus Komodo. Pulau Komodo termasuk salah satu gugusan pulau yang berada di Taman Nasional Komodo di Flores bagian barat, tepatnya berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
Perjalanan mengunjungi binatang purba ini bisa dilakukan melalui jalur Labuan Bajo atau melalui Sape di Pulau Sumbawa bagian timur. Tetapi disarankan untuk masuk melalui Labuan Bajo karena jaraknya hanya berkisar 3 jam perjalanan dengan perahu motor.
Salah satu perusahaan yang biasa mengatur tour untuk mengunjungi Taman Nasional ini adalah Komodo Adventure Tours and Travel yang berkantor pusat di Labuan Bajo. Perusahaan ini menyajikan beberapa program tour pilihan yang sesuai selera wisatawan, di antaranya adalah 2 hari Komodo Tours, 3 hari Komodo Tours mengunjungi Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Kalong dan Pulau Bidadari. Dengan Komodo Adventure Tours and Travel perjalanan Anda akan terjamin karena dipandu oleh pemandu wisata yang berpengalaman.
Yang paling berkesan dalam perjalanan wisata atau tour ke Taman Nasional Komodo adalah kita bisa menyaksikan dari dekat aktifitas binatang purba ini dan juga binatang liar lainnya dihabitatnya sendiri. Berbeda jika kita mengunjungi kebun binatang yang hanya melihat binatang dari jarak yang telah ditentukan.
Komodo telah lama menetap di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, dua pulau kecil yang termasuk di dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat. Jika Anda merencanakan tour atau perjalanan dari Bali, maka ada 2 penerbangan rutin yang ada yaitu Indonesia Air Transport dan Merpati.
Tour bisa dimulai jam 05:00 pagi dan kembali ke Labuan Bajo sekitar jam 08:00 malam. Kelelahan tidak akan terasa karena sepanjang perjalanan dengan perahu motor, Anda akan melihat banyak pulau tanpa penghuni dengan keindahan masing – masing.
Siap menjelajahi pemandangan di bawah laut sekitar Taman Nasional Komodo ? Wow, banyak tempat diving yang berada di sekitar taman nasional ini. Beraneka ragam karang laut, ikan dan tumbuhan laut akan mempesona Anda. Komodo Adventure Tours menawarkan paket pilihan untuk diving mulai dari 1 hari sampai 4 hari diving tour.
Ini adalah sekelumit pandangan saya tentang Komodo National Park atau Taman Nasional Komodo yang telah saya kunjungi beberapa waktu lalu. Indah and menakjubkan. Binatang purba yang besar membuat Anda betah berlama – lama di Pulau Rinca dan Komodo.
Jumat, 30 September 2011
Kisah Perjalanan ke Gunung Halimun
Perjalanan kali tidak menggunakan kendaraan, namanya juga backpacker, masa bawa kendaraan? Yang pasti, yang dibawa ya, backpack. Untungnya menggunakan kendaraan umum, kita bisa sambil tidur … he he he…
Hari sabtu (2/8), sepulang kantor dengan menggunakan kendaraan umum, kami naik Bis MGI (AC) trayek Depok - Sukabumi, dengan ongkos sebesar Rp 20.000,-. Cukup nyaman, karena 1 bis isinya cuma 5 orang. Karena saking nyamannya berkendaraan bis ini yang rencananya berhenti di Cibadak menjadi terlewat hingga kota Sukabumi
hujan yang mengguyur deras sepanjang perjalanan membuat saya semakin terlelap. Untung dibangunkan kondekturnya, kalau enggak bisa-bisa langsung masuk ke poolnya.
Sehingga saya harus balik lagi dengan menggunakan angkot menuju Cibadak. Sampai di sini, waktu sudah menunjukan pukul 21.00 wib, ternyata bis menuju Pelabuhan Ratu sudah tidak ada. Akhirnya kami menggunakan kendaraan omprengan, Suzuki APV dengan tarif Rp 20.000,-. Sampai di Pelabuhan Ratu sekitar pkl 24.00 wib, perjalanan terpaksa tidak bisa saya lanjutkan, karena sudah larut malam. Mencari penginapan, dan langsung ngorok. Ini di luar agenda, sebetulnya rencananya pemberangkatan seharusnya tanggal 2 Agustus malam, tetapi berhubung ada beberapa pekerjaan di kantor yang harus dilakukan lebih dulu, termasuk sekolah anak-anak, membuat rencana tersebut menjadi tertunda.
Pagi-pagi, setelah kami menginap semalaman di sebuah hotel dekat kantor polisi, langsung menuju terminal untuk mencari kendaraan menuju Cipta Gelar, yaitu kendaraan Hi Line. Banyak kenek-kenek yang mengerubungi kami di terminal itu. Untuk menghindari kerumunan tersebut, seperti biasa kami gunakan jurus “cari makan dulu”. Dan yang dipilih adalah bubur ayam. Lumayan enak, atau memang lagi lapar ya? Sampai habis 2 mangkok, sebuah rekor baru yang sebelumnya tidak pernah
Mengapa saya tetap menunggu si Hi-Line ini. Karena sesuai informasi dari milis NGI, bahwa ongkosnya cuma Rp 35.000,- bandingkan jika naik ojek yang bisa mencapai lebih dari Rp 100.000,-. Tetapi kendaraan yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang juga. Tiba-tiba si mamang ojeknya menawarkan dengan harga Rp 150.000,- untuk 2 orang dan 2 motor. Langsung saya setujui.
Dan ternyata, begitu setuju, datanglah sang Hi Line itu memasuki kawasan terminal. Hah?? Yah … karena sudah deal lebih dulu (pantang bagi saya membatalkan deal tersebut), saya tetap naik ojek motor. Sejauh ini saya masih belum kebayang jalanan menuju ke sana sebetulnya seperti apa. Sampai di Pangguyangan jalanan masih lumayan bagus, walaupun banyak lobang tetapi dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Biasanya pengunjung yang membawa kendaraan biasa di parkir di daerah ini. Ada beberapa penginapan. Perjalanan setelah ini, sangat parah, tetapi bisa dilewat oleh kendaraan offroad. Jalanan cukup terjal dengan kemiringan 45 derajad bahkan lebih. Sehingga sesekali saya harus turun dari motor, karena tidak kuat nanjak si mamangnya. Tibalah kami di sebuah desar yang cukup indah, namanya adalah desa Cita Rasa. Kabarnya sebelum pindah ke Cipta Gelar pada tahun 2001 di sinilah tempat si Abah. Alasan kepindahan katanya karena menerima wangsit yang mengharuskan masayrakat tersebut pindah.
Perjalanan yang cukup melelahkan dan menegangkan tersebut, akhirnya kami sampai juga di lokasi, dengan memakan waktu kurang lebih 2 jam-an. wajar saja jika ongkos ojeknya Rp 150.000,- bahkan akhirnya saya tambahkan.
Ternyata suasana di sini sudah sangat ramai, ada beberapa artis yang saya kenal tetapi tidak tahu namanya nampak hadir. Sekedar catatan, penduduk di sini yang bekerja di kota, jika Lebaran bisa jadi tidak pulang tetapi untuk acara yang namanya Seren Taun, kata mamang tukang ojek, pasti pulang. Bisa kebayangkan ramenya?
Acara yang dimulai sejak tanggal 1 Agustus itu, ketika saya datang hanya menyisakan tinggal beberapa acara saja. Banyak wartawan dari media cetak maupun elektronik berseliweran, penduduk di sini pun sangat ramah, sesekali meraka bertanya, “dari media apa mas?”. Nah loh he he he… bingung saya jawabnya.
Banyak dari antara mereka sudah menginap sejak 2 hari yang lalu di Imah Gede, rumah Abah. Saya sendiri termasuk yang diundang dalam sebuah milis untuk menginap di situ. Tetapi karena jadwal pekerjaan saya tidak menentu, saya memilih jalan sendiri.
Selasa, 27 September 2011
Langganan:
Postingan (Atom)